Alamat Kantor

Perum Pankis Griya - Rumah No.1

Jl. Pakis Raya, RT.01/06, Jepang Pakis,

Jati, Kudus, Jawa Tengah,

Indonesia - 59342

 

Staf Admin 1 - Dewi

082223338771 / 085712999771

bagianpemesanan@gmail.com

Yahoo! Messenger

 

Staf Admin 2 - Fahri

082223338772

spiritualpower88@gmail.com

Yahoo! Messenger

 

Staf Admin 3 - Intan

085362627774 / 081534994774

cs.parapsikologi@gmail.com

http://parapsikologi.com/gambar/bbm/bbmintan.png

http://www.ilmuhikmah.com/wp3.png
Yahoo! Messenger

 

Jam Kerja

Senin-Sabtu, pukul 08:00-16:00 WIB

Sebelum datang, telepon dulu.

 

Praktek Supranatural Resmi

Terdaftar di Dinas Kesehatan & Kejaksaan

STPT DINKES: 445/515/04.05/2012

KEJARI: B-18/0.3.18/DSP.5/12/2011

Lihat Bukti Legalitas - Klik Disini

 

 

 

Kisah dan Sejarah Sunan Kalijaga

Menurut sejarah, Raden Mas Syahid atau yang kemudian bergelar "Sunan Kalijaga" adalah putera dari Ki Tumenggung Wilatikta yaitu Bupati Tuban. Ada juga yang mengatakan bahwa nama lengkap ayah Sunan Kalijaga ialah Raden Sahur Tumenggung Wilatikta. Bahkan dikatakan dalam suatu cerita bahwa dalam perkawinannya dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishak, Sunan Kalijaga memperoleh 3 orang putera, masing-masing ialah :

        

  1. Raden Umar Said (Sunan Muria)
  2. Dewi Ruqayyah.
  3. Dewi Sofiyah.

 

Ada cerita lain yang tersebut di dalam buku "Pustaka Darah Agung", bahwa karena Sunan Kalijaga lama berguru dengan Sunan Syarif Hidayatullah Cirebon, maka beliau pernah kawin dengan Dewi Sarokah, yaitu anak puteri Sunan Syarif Hidayatullah dan memperoleh 5 (lima) orang anak, yaitu :

        

  1. Kanjeng Ratu Pembayun yang menjadi isteri Raden Trenggono (Demak).
  2. Nyai Ageng Pahenggak yang kemudian kawin de­ngan Kyai Ageng Pakar.
  3. Sunan Hadi (yang menjadi Panembahan Kali) menggantikan Sunan Kalijaga sebagai Kepala Perdikan Kadilangu.
  4. Raden Abdurrahman.
  5. Nyai Ageng Ngerang.

 

Sunan Kalijaga disebut juga dengan nama-nama seperti Raden Syahid, Raden Abdurrahman, Lokojoyo, Jogoboyo dan Pangeran Tuban. Sewaktu masih usia muda Raden Syahid pernah berguru dengan Sunan Ampel dan juga kepada Sunan Bonang, pada suatu saat beliau diperin-tahkan untuk menuju Cirebon berguru kepada Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati). Lalu diperintahkan bertapa di pinggiran sungai di suatu desa bernama "Kalijaga".  Selain itu Raden Syahid yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Sunan Kalijaga itu tergolong anak muda yang cerdas, terampil, pemberani dan berjiwa besar. Ilmu-ilmu yang diambil dari gurunya antara lain ialah ilmu hakekat, ilmu syariah, ilmu kanuragan, ilmu filsafat, ilmu kesenian dan lain sebagainya, sehingga beliau dikenal masyarakat pada saat itu sebagai seorang ahli tauhid, mahir dalam ilmu syariat, mampu menguasai ilmu strategi perjuangan dan juga seorang failasof. Bahkan ahli pula di bidang sastra sehingga terkenal juga sebagai seorang pujangga karena syair-syairnya yang indah, terutama syair-syair Jawa. Setelah selesai bertapa dan menuntut ilmu Sunan Kalijaga kembali ke Demak dan oleh kalangan Walisongo di Demak beliau diberi sebutan ”Kalijaga"

 

Lantaran ilmu-ilmu dan kemampuan pribadi yang dimiliki itu, akhirnya Sunan Kalijaga termasuk salah seorang anggota kelompok "Walisongo" atau "Wali Sembilan" yang bergerak dibawah pengaturan kekuasaan Sultan Patah di Demak. Beliau ditugaskan oleh kelompok Walisongo ini untuk menggarap masyarakat di daerah-daerah pedalaman yang kondisinya sangat rawan, karena perilaku kehidupan mereka yang sangat tidak terpuji, misalnya di daerah yang sering terjadi pencurian dan pembunuhan, di daerah yang masyarakatnya suka berjudi, meminum minuman keras dan lain sebagainya.